Tampilkan postingan dengan label Susi Pudjiastuti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Susi Pudjiastuti. Tampilkan semua postingan

Menteri Susi Kejar Pemilik Kapal 4.306 GT

Susi Pudjiastuti. Foto: dok/JPNN.comKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap menindak perusahaan pemilik kapal penampung dengan kapasitas 4.306 gross ton (GT), yang tidak memiliki surat layak operasi. Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti bakal mengejar pemilik perusahaan tersebut.
"Saya akan kejar pemilik perusahaan ini karena jelas (ilegal). Katanya dia ini sewa (kapal)," ujar Susi di kantornya, Jalan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (13/1).
Susi menambahkan, perusahaan yang memiliki kapal Hai Fa berbendera Panama ini diduga memiliki delapan hingga sepuluh kapal besar. Kapal tidak layak operasi ini bahkan telah berhasil mengangkut ikan sebesar 900.702 kg yang terdiri dari berbagai macam jenis biota laut.
"Kita juga tangkap Hai Fa satu lagi di Merauke, namanya Dampeng Mariner tetapi sudah tidak ada udangnya karena sudah dibongkar ke cold storage. Kita akan periksa semua," tandas Susi. (chi/jpnn)

Source : http://www.jpnn.com/read/2015/01/13/281181/Menteri-Susi-Kejar-Pemilik-Kapal-4.306-GT

Kebijakan Menteri Susi bikin harga ikan melonjak di Malaysia

MERDEKA.COM. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut kebijakan moratorium izin kapal asing baru yang diberlakukan telah memberikan dampak positif bagi Indonesia. Salah satunya adalah menipisnya pasokan ikan di negara tetangga, seperti Hongkong dan Singapura.
"Saya dengar laporannya seperti itu (pasokan ikan di Singapura dan Hongkong menurun)," ucap Susi usai penandatanganan MOU di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (1/12).

Dengan berkurangnya pasokan ikan di luar negeri, maka harga ikan akan semakin tinggi."Saya dapat laporannya belum mendetil mereka (negara tetangga) penurunannya pasokan ikannya berapa banyak. Tapi saya dengar harga ikan mulai meninggi di wilayah negara tetangga kita," bebernya.

"Karena dari Malaysia tidak ada pasok, dari beberapa kapal juga tidak lagi memasok," tuturnya.

Dengan begitu, Susi berharap, para negara tetangga langsung membeli ikan di Indonesia. "Jadi bagus. Jadi kan nanti beli langsung dari kita, jadi mahal harganya. Itu yang kita mau," tegasnya.

Selain itu, Susi mengaku banyak mendapat laporan positif dari nelayan yang berada di Medan dan Balikpapan. "Sudah dapat laporan dari Medan, Balikpapan, terima kasih Bu Susi, harga ikan tenggiri murah. Biasanya kita enggak kebeli makan tenggiri karena mahal sekali," ungkapnya.

"Biasanya ikan tenggiri jauh lebih mahal dari mujair. Nah sekarang masyarakat bisa beli," tutupnya.
Sumber: Merdeka.com